Sejarah Kejayaan Kerajaan Majapahit dan Sumpah Palapa Patih Gajah Mada

3 Menit Baca Terverifikasi Redaksi
Daftar Isi Artikel
    Sejarah Kejayaan Kerajaan Majapahit dan Sumpah Palapa Patih Gajah Mada

    Kerajaan Majapahit seringkali diagung-agungkan sebagai salah satu puncak peradaban terbesar di Nusantara. Berdiri pada akhir abad ke-13, kerajaan bercorak Hindu-Buddha ini berhasil menyatukan sebagian besar wilayah Asia Tenggara di bawah satu panji kekuasaan. Di balik gemerlapnya sejarah keemasan tersebut, terdapat figur-figur visioner yang mengubah jalannya sejarah bangsa, salah satunya adalah Mahapatih Gajah Mada dengan ikrarnya yang terkenal: Sumpah Palapa.

    Mempelajari sejarah Majapahit bukan sekadar mengenang masa lalu yang megah, melainkan memahami bagaimana fondasi geopolitik Nusantara pertama kali diletakkan. Melalui artikel ini, kita akan menyelami perjalanan panjang Majapahit, strategi politik tingkat tinggi, serta makna mendalam dari Sumpah Palapa yang menginspirasi batas teritorial Indonesia modern saat ini.

    📌 Ringkasan & Poin Utama:

    • Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293 M setelah runtuhnya Kerajaan Singhasari dan keberhasilan mengusir pasukan Mongol.
    • Puncak kejayaan Majapahit terjadi pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dengan Patih Gajah Mada sebagai arsitek politik utamanya.
    • Sumpah Palapa adalah sumpah atau ikrar sakral Gajah Mada untuk tidak menikmati kenikmatan duniawi sebelum berhasil mempersatukan Nusantara.
    • Pengaruh Majapahit mencakup wilayah yang kini menjadi Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand Selatan, hingga Filipina Selatan.

    1. Awal Berdirinya Majapahit: Dari Hutan Trowulan hingga Kekuatan Baru

    Kisah Majapahit bermula dari runtuhnya Kerajaan Singhasari akibat pemberontakan Jayakatwang dari Gelang-gelang pada tahun 1292. Menantu kertanegara, Raden Wijaya, berhasil menyelamatkan diri dan melarikan diri ke Madura sebelum akhirnya mendapatkan wilayah hutan di daerah Tarik, Jawa Timur. Di sinilah cikal bakal Kerajaan Majapahit dibangun.

    Strategi Cerdik Raden Wijaya Menghadapi Kubilai Khan

    Salah satu momen paling krusial dalam pendirian Majapahit adalah ketika pasukan ekspedisi Mongol (Dinasti Yuan) di bawah pimpinan Khubilai Khan datang ke Jawa untuk menghukum Raja Kertanegara. Raden Wijaya melihat ini sebagai peluang emas. Beliau memanfaatkan pasukan Mongol untuk menghancurkan musuh utamanya, Jayakatwang.

    Setelah Jayakatwang tewas, pada saat pasukan Mongol lengah dan merayakan kemenangan, Raden Wijaya membalikkan keadaan. Dengan taktik gerilya yang brilian, pasukan Majapahit menyerang balik tentara Mongol secara mendadak dan memaksa mereka mundur kocar-kacir kembali ke negeri asal. Pada tanggal 15 November 1293, Raden Wijaya resmi dinobatkan sebagai raja pertama Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana.

    2. Masa Keemasan di Bawah Hayam Wuruk dan Gajah Mada

    Meskipun fondasinya diletakkan oleh Raden Wijaya, era keemasan atau zaman keemasan (golden age) Majapahit baru benar-benar tercapai pada abad ke-14, tepatnya di bawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk (Sri Rajasanagara) yang didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada. Kombinasi kepemimpinan sipil yang bijaksana dan strategi militer yang tangguh menjadikan Majapahit sebagai imperium adidaya di Asia Tenggara.

    Pusat Pemerintahan dan Kemajuan Ekonomi

    Ibu kota Majapahit yang terletak di Trowulan digambarkan dalam Kitab Negarakertagama sebagai kota yang sangat megah, dikelilingi tembok bata merah yang tebal, dan memiliki tata kota yang maju. Perekonomian kerajaan bertumpu pada sektor agraris dan maritim:

    • Pertanian: Sistem irigasi yang canggih dibangun di Lembah Brantas dan Bengawan Solo untuk mendukung produksi beras melimpah sebagai komoditas ekspor utama.
    • Perdagangan Internasional: Pelabuhan-pelabuhan seperti Tuban, Gresik, dan Hujung Galuh menjadi pusat pertemuan para pedagang dari Tiongkok, India, Timur Tengah, dan Kepulauan Nusantara lainnya.
    • Sistem Moneter: Majapahit sudah mengenal penggunaan uang logam (kepeng) impor dari Tiongkok serta mata uang lokal emas dan perak untuk transaksi perdagangan sehari-hari.

    3. Sumpah Palapa: Visi Menyatukan Nusantara

    Nama Patih Gajah Mada abadi dalam sejarah Indonesia berkat sumpahnya yang fenomenal. Diucapkan di hadapan para pejabat kerajaan pada tahun 1336 M (pada masa pemerintahan Ratu Tribhuwana Tunggadewi), sumpah ini mengubah peta politik regional secara drastis.

    Isi dan Makna Filosofis Sumpah Palapa

    Berdasarkan Kitab Pararaton, teks asli Sumpah Palapa berbunyi: "Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada ucapnya: Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, amun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa."

    Terjemahan bebasnya adalah: Patih Gajah Mada tidak ingin menikmati palapa (kenikmatan duniawi/istirahat). Ia bersumpah baru akan menikmati kesenangan jika telah berhasil mengalahkan Nusantara, yaitu Gurun, Seram, Tanjungpura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, hingga Tumasik (Singapura).

    Ekspedisi Militer dan Diplomasi Luar Negeri

    Sumpah tersebut bukanlah omong kosong belaka. Gajah Mada memimpin langsung berbagai ekspedisi militer sekaligus menerapkan politik diplomasi yang dikenal dengan nama Mitra Satata (sahabat sejajar). Kebijakan luar negeri ini memastikan bahwa kerajaan-kerajaan di luar Jawa diperlakukan sebagai mitra dagang yang setara, asalkan mereka mengakui kedaulatan Majapahit dan membayar upeti secara berkala.

    Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

    1. Kapan puncak kejayaan Kerajaan Majapahit terjadi?

    Puncak kejayaan Majapahit terjadi pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350–1389 M) bersama Mahapatih Gajah Mada, di mana kekuasaan mereka membentang hampir mencakup seluruh wilayah Nusantara dan Semenanjung Malaya.

    2. Apa arti kata "Palapa" dalam Sumpah Palapa Gajah Mada?

    Kata "palapa" merujuk pada suatu bentuk kenikmatan duniawi, cuti, atau waktu istirahat. Gajah Mada bersumpah untuk tidak beristirahat atau menikmati kesenangan pribadi sebelum berhasil menyatukan wilayah-wilayah di Nusantara.

    3. Apa faktor utama yang menyebabkan runtuhnya Kerajaan Majapahit?

    Runtuhnya Majapahit disebabkan oleh beberapa faktor utama, antara lain Perang Parereg (perang saudara perebutan takhta) selepas mangkatnya Hayam Wuruk, meleburnya pengaruh politik akibat masuknya Agama Islam, serta munculnya Kesultanan Malaka sebagai pusat perdagangan baru di Selat Malaka.

    Kesimpulan

    Sejarah kejayaan Kerajaan Majapahit dan Sumpah Palapa Patih Gajah Mada adalah bukti nyata bahwa bangsa Indonesia di masa lalu memiliki visi geopolitik yang sangat luas dan kemampuan diplomasi tingkat tinggi. Semangat persatuan yang dicanangkan Gajah Mada melalui Sumpah Palapa bahkan berabad-abad kemudian menjadi inspirasi utama bagi para pendiri bangsa (founding fathers) dalam merumuskan batas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Sebagai generasi penerus bangsa, sudah sepatutnya kita mengenang, mempelajari, dan mengambil nilai-nilai positif dari sejarah Majapahit—seperti kerja keras, integritas, visi jangka panjang, serta semangat persatuan di tengah keberagaman—untuk diterapkan dalam membangun Indonesia yang lebih maju di era modern saat ini.

    Post a Comment